AKU DAN HUJAN

Panas terik siang itu siapa yang menyangka akan menghadirkan hujan yang begitu lebatnya.Tanpa prolog mendung, tanpa awan nimbus hujan turun begitu saja. Yah….siang itu saat orang bersiap – siap untuk pulang ternyata angin dan hujan kurang bersahabat namun kebalikannya disambut gembira oleh bumi yang sangat dahaga akan datangnya air hujan. Hujan telah membawa memoriku ke 19 tahun silam,saat langkah – langkah mungil berlari dengan sepatu yang diikat ditangan kanan dan membawa daun pisang yang disisakan ujungnya sebagai pegangan atau daun keladi sebagai penutup kepala. Bocah – bocah itu tertawa dengan riangnya menembus derasnya hujan tanpa mempedulikan kilatan petir yang menyambar. Sekelompok anak melewati pematang sawah dengan seragam merah putih terus berlari – lari kecil diselingi canda. Jam menunjukan 13.30 saat itu waktu untuk pulang sekolah namun hujan tidak terlalu dipedulikan oleh mereka karena dari hujan sebuah catatan kehidupan akan dimulai.
Hujan merupakan semangat,tidak pantang menyerah.Hujan juga telah mengantarkanku pada “gatot” sahabat yang menemaniku kala panas,terik dan hujan yang siap mengantarku kemanapun aku mau dengan lembaran – lembaran map,amplop menuju negeri yang aku impikan.
HUjan adalah ekspresi kebebasan ,melepas dan membuang keputusasaan dengan semangat baru. Bagiku hujan itu keperkasaan, kekuatan,kegagahan,ketabahan dengan goresan seribu cerita.
Hujan itu cinta karenanya ada penantian tanpa penyesalan. Dan kini hujanku saat menjelang 26 tahun akan tetap sama. Ada cerita bahagia antara aku dan hujan. Tentang air,tanah dan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s